Pengajuan Kredit Sering Ditolak Bank Tanpa Penjelasan? Mungkin Karna Skor Kredit

Lifestyle

Ditolak tentu menyakitkan. Tidak hanya dalam hal cinta, tapi juga untuk meminta kredit ke bank. Dunia seakan runtuh setelah menerima kabar pengajuan pinjaman KTA atau KPR, hingga pengajuan kartu kredit ditolak oleh bank. Perasaan frustasi bertambah parah, bercampur dengan emosi karena petugas bank yang menyampaikan kabar buruk biasanya menolak menjelaskan alasan di balik keputusan menolak pengajuan kredit Anda. Ditolak saja benar-benar membuat frustrasi, apalagi ditolak tanpa penjelasan.

Apalagi jika Anda merasa saat mengajukan kredit semua dokumen sudah lunas, penghasilan Anda lebih besar dari persyaratan penghasilan minimum, Anda tidak punya utang di tempat lain, dan sebagainya. Tentu semakin banyak yang Anda cicipi. Bank sebenarnya berhak menyimpan alasan penolakan permohonan kredit seseorang yang ditolak. Selain penerapan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran kredit, kebijakan tidak mengungkapkan alasan penolakan permohonan kredit dapat menghindari manipulasi dalam permohonan kredit.

Bayangkan jika semua calon debitur mengetahui secara spesifik alasan penolakan tersebut, maka ia dapat melakukan perubahan informasi atau hal lainnya hingga pinjaman tersebut disetujui. Pada akhirnya berpotensi menyebabkan kredit macet.

Periksa SLIK

Cukup dipahami bahwa bank juga harus menerapkan prinsip kehati-hatian dalam memberikan kredit kepada calon debitur. Analis perbankan tentunya mengambil keputusan setelah memeriksa data Anda melalui Sistem Informasi Keuangan (SLIK) yang dioperasikan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Apakah SLIK itu? SLIK menggantikan layanan Sistem Informasi Utang (SID) Bank Indonesia (atau dikenal dengan BI Checking) mulai 1 Januari 2018. Semua penyedia jasa keuangan seperti bank umum, bank gabungan, perusahaan pembiayaan, perusahaan simpan pinjam, lembaga keuangan non-bank lainnya, WAJIB melaporkan semua data nasabah yang disimpan ke OJK.

Penyusunan data tersebut selanjutnya akan diproses oleh OJK, sehingga seluruh penyedia jasa keuangan yang saling menyampaikan data kreditur dapat meminta data SLIK secara lengkap dari OJK untuk mengetahui kesehatan keuangan calon debitur yang mencari kredit atau membutuhkan jasa keuangan lainnya. .

Dengan mengetahui riwayat data keuangan calon debitur, bank dan penyedia jasa keuangan lainnya dapat terhindar dari risiko kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) seperti tersebut di atas. Bisa dikatakan 100 persen bisa dipastikan, penolakan kredit yang Anda ajukan karena bank melihat negatif dari SLIK Anda.

Bagaimana cara meminta data SLIK?

Perlu Anda ketahui, bukan hanya kreditor, alias bank, dan kawan-kawan saja yang diberi wewenang oleh OJK untuk melihat data SLIK Anda. Calon debitur baik perseorangan maupun badan hukum juga dapat meminta data SLIK-nya ke kantor OJK terdekat. Debitur perorangan hanya perlu memberikan Kartu Tanda Penduduk Indonesia (WNI) atau Paspor Warga Negara Asing (WNA).

Sementara itu, debitur badan usaha wajib membawa salinan identitas badan usaha dan identitas pengurus yang menunjukkan identitas badan usaha asli.

Beralih ke skor kredit Anda

Namun pernahkah Anda membayangkan bisa mendapatkan data kelayakan kredit pribadi yang mudah dipahami dan dapat diakses kapan saja? Tujuannya tentu untuk mengetahui peluang Anda mengajukan pinjaman dari bank. Di negara lain di mana literasi dan inklusi keuangan lebih maju, orang terbiasa melakukannya melalui layanan skor kredit gratis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *