Mengenal Mentega Putih Saudara Butter

Uncategorized

Butter and cholesterol: What you need to know

Butter merupakan kata yang asing dalam masyarakat. Produk ini banyak ditemukan disepanjang etalase supermarket pada section produk olahan susu ataupun pada toko yang menjual aneka macam bahan untuk baking. Butter memiliki penampakan warna kuning pucat yang cenderung menuju putih. Warna dari produk ini hampur mirip dengan produk olahan susu sejenisnya yakni keju. Butter banyak digunakan dalam dunia baking maupun pada dunia keseharian. Produk ini merupakan salah satu sumber lemak hewani yang baik untuk dikonsumsi karena dapat menyehatkan tubuh. Butter dalam proses pembuatannya dapat menghasilkan komponen yang membantu dalam dunia memasak yakni buttermilk. Banyak sekali masyarakat yang menggunakannya sebagai tambahan kedalam adonan yang mereka buat. Seiring berkembangnya teknologi, butter memiliki ragam. Salah satu ragam butter yang ada dipasaran adalah mentega putih. Mentega atau butter jenis ini digunakan oleh masyarakat dalam berbagai masakan. Nama lain dari metega putih adalah shortening. Produk ini banyak digunakan sebagai bahan baku pembuatan produk buttercream sehingga banyak ditambahkan kedalam suatu adonan.

Salah satu jenis butter yakni mentega putih memiliki kandungan lemak yang cukup tinggi. Bahkan dalam mentega putih hampir tidak memiliki kandungan air. Dalam pasaran, mentega putih dapat berbentuk cair maupun padat. Biasanya mentega putih digunakan dalam membentuk buttercream namun, butter jenis ini dapat digunakan dalam pembuatan cake, roti maupun pastry. Berbeda dengan butter yang memiliki rasa gurih, mentega putih memiliki rasa tawar dan tekstur yang keras dibandingkan butter. Sebab itu dalam penggunaannya, butter jenis ini digunakan dalam pembuatan makanan berbasis kering seperti pastry. Sebab, kandungan lemak dalam butter dapat mengurangi jumlah air dalam adonan yang ada. Maka dari itu hasil masakannya berbasis kering. Karena teskturnya yang keras dan mengandung lemak lebih banyak dibandingkan dengan butter maka mentega putih memiliki titik leleh lebih tinggi yakni pada suhu 40oC. Sehingga produk ini lebih tahan apabila diletakkan pada suhu ruang dibandingkan dengan butter.

Mentega putih memiliki beberapa kegunaan dalam eksistensinya yakni sebagai bahan pembentuk buttercream, bahan untuk memberikan kesan mengkilat, bahan untuk menggoreng dan bahan yang ditambahkan pada adonan pada umumnya. Mentega putih sebagai bahan pembuat kilap atau coating fat gunakan sebagai glaze pada beberapa produk makanan. Hal ini bertujuan untuk menjaga kerenyahan bahkan kualitas produk agar tidak mengandung kadar air yang tinggi sehingga menyebabkan makanan melempem. Salah satu produk yang banyak menggunakan mentega putih sebagai coating fat adalah cokelat. Fungsi lain dari salah satu jenis butter ini adalah sebagai penggoreng. Mentega putih apabila digunakan sebagai media menggoreng dapat memberikan efek crispy yang tahan lama dibandingkan dengan makanan yang digoreng dengan minyak biasa. Hal ini disebabkan makanan yang digoreng menggunakan mentega putih akan dilapisi oleh mentega putih sehingga makanan tersebut akan tetap terjaga kualitasnya. Selain itu, minyak jenis ini memiliki kandungan gizi yang cukup tinggi ketika digunakan untuk menggoreng dalam jangka waktu yang cukup lama sehingga banyak digunakan sebagai media menggoreng. Fungsi lain dari mentega putih adalah sebagai komponen penambah pada adonan yang dibuat. Butter jenis ini digunakan untuk membentuk adonan yang rendah air sehingga menciptakan andonan yang renyah dan empuk. Sebab itu, penggunaan mentega putih dalam kehidupan sehari hari tidak kalah dengan penggunaan butter sebagai bahan pelengkap makanan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *